Senin, 22 Maret 2010

Selasa 23 Maret 2010 - HAL OLAHRAGA

BABAK BELUR

PANGKALAN BALAI – Pupus sudah harapan Berlian Selection, sebagai satu-satunya kesebelasan wakil kota Pangkalan Balai di pagelaran Karang Taruna (KT) Banyuasin Cup 2010 yang memperebutkan trofi Wakil Bupati Banyausin Drs HA Rachman Hasan.
Di laga terakhir babak 10 besar, kemarin, Berlian Selection babak belur dihajar PSL Sungai Lilin dengan skor 8-1. Kekalahan besar yang menimpa Berlian Selection ini merupakan rekor di KT Banyuasin Cup 2010.
Atas kemenangan tersebut, PSL Sungai Lilin mendampingi PSP Betung melaju ke peremfat final. Sekaligus menyingkirkan KT Pulau Harapan di posisi runner up.
Dalam pertandingan yang dilangsungkan di lapangan Munai Serumpun Pangkalan Balai, kemarin, PSL Sungai Lilin tampil cukup trengginas. Sebaliknya, Berlian Selection tampil tidak pada form terbaiknya. Sejak wasit meniup pluit dimulainya babak pertama, PSL Sungai Lilin langsung tampil menekan.
Man to man marking yang diterapkan anak-anak Sungai Lilin ini, cukup mematikan pergerakan pemain Berlian Selection. Lima menit pertandingan dimulai, PSL Sungai Lilin sudah unggul melalui gol bunuh diri pemain belakang Berlian Selection, Aan yang salah mengantisipasi tendangan Rumi.
Unggul satu gol, anak-anak PSL Sungai Lilin terus meningkatkan tempo pertandingan. Memasuki menit ke-15 mereka kembali PSL Sungai Lilin menambah gol melalui sepekan keras Rumi dari luar kotak penalti.
Tak berselang lama, PSL Sungai Lilin kembali menambah gol melalui Ade. Gol tercipta melalui umpan satu dua yang diteruskan dengan baik oleh Ade dan mengecoh kiper Berlian Selection, Yayan.
Kebobolan tiga gol, cukup membuat pemain Berlian Selection kehilangan sentuhan permainan. Alhasil, memasuki menit ke-20, PSL Sungai Lilin kembali menambah keunggulannya. Kali ini Aji yang menjadi eksekutor dengan tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti.
Gol keempat ini membuat anak-anak Pangkalan Balai kehilangan semangat. PSL Sungai Lilin menutup babak pertama dengan satu tambahan gol lagi. Gol diceploskan Gusni.
 Di babak kedua, PSL Sungai Lilin tak mengendurkan serangan. Tambahan dua gol Gusni di menit 50 melalui penalti dan 55, membuat PSL Sungai Lilin unggul 7-0.
Barulah dimenit ke-80, Berlian Selection mendapatkan gol hiburan. Setelah salah seorang pemain belakang PSL Sungai Lilin melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti yang membuat wasit Seno menunjuk titik putih.
Robbi yang menjadi eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik, hingga mengubah kedudukan menjadi 7-1. Di menit akhir babak kedua, Ade kembali menambah keunggulan PSL Sungai Lilin menjadi 8-1, sekaligus menutup pesta gol tersebut. (iko)

Selasa 23 Maret 2010 - HAL PANGKALAN BALAI KOTA BETUAH

Keseriusan Penertiban Ternak Disoal

Pangkalan Balai - Belum adanya langkah nyata, penertiban hewan ternak berkaki empat yang di liarkan di Kota Pangkalan Balai. Mengundang tanya warga, sejauh mana komitmen pemerintah menjadikan Pangkalan Balai sebagai Kota Betuah.
Warga Kelurahan Pangkalan Balai dan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III, kembali mengeluhkan keberadaan hewan ternak yang bebas berkeliaran di Pangkalan Balai.
Hewan ternak berkaki empat yang bebas berkeliaran, telah menimbulkan masalah sosial. Seperti pengerusakan tanaman di pekarangan warga dan mengganggu ketertiban umum.
Ahmad (40), salah seorang warga Pangkalan Balai, Senin (22/03) kemarin, mengatakan. Hewan ternak berkaki empat yang tak dijaga oleh pemiliknya, menimbulkan keresahan warga. Selain menyebabkan lingkungan yang kurang sehat, lantaran kotorannya bertebaran di mana-mana.
“Akibat tak dikandangkan, kotoran hewan ternak bertebaran di mana-mana. Membuat lingkungan tempat tinggal menjadi kotor. Selain itu, hewan ternak terkadang merusak tanaman, seperti buah-buahan, sayuran dan pohon karet. Sehingga menimbulkan kerugian bagi warga,” ujarnya.
Keberadan hewan ternak yang tak dikandangkan, juga berpengaruh bagi Kota Pangkalan Balai, terutama masalah kebersihan.
“Lihat saja, di pinggir jalan banyak sekali ditemui kotoran sapi dan kambing. Padahal, kita ini ibu kota kabupaten yang katanya sudah menjadi Kota Betuah. Tetapi mengapa hewan ternaknya masih berkeliaran di pinggir jalan raya dan tempat umum lainnya, termasuk perkampungan warga,” tanyanya.
Keluhan senada, juga diungkapkan Irman (32), warga Kelurahan Kedondong Raye. Pemerintah harus segera mengambil tindakan tegas terhadap warga Pangkalan Balai yang memiliki hewan ternak kaki empat yang diliarkan.
“Kan sudah ada Perdanya. Jadi langsung saja bagi mereka yang membangkang diberikan tindakan atas pelanggaran Perda tersebut,” harapnya.
Diwartakan sebelumnya, Pe-merintah Kecamatan Banyuasin III, dalam waktu dekat bakal menggelar razia keberadaan hewan ternak kaki empat yang berkeliaran bebas di Kota Pangkalan Balai ini.
Sejauh ini, Pemerintah Kecamatan Banyuasin III masih mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan penertiban hewan ternak berkaki empat tersebut. (iko)

Selasa 23 Maret 2010 - HAL BUMI SEDULANG SETUDUNG


Lalang Sembawa Rawan Lakalantas

Lalang Sembawa - Pos Polisi Lalu Lintas di Jalan Palembang-Betung Kilometer 29, Desa Lalang Sembawa Kecamatan Banyuasin III, lebih sering dibiarkan kosong. Padahal aktifitas di jalan tersebut cukup ramai pada jam-jam sibuk.
Minimnya petugas polisi, membuat arus lalulintas pada jam-jam sibuk, baik pagi maupun siang menyebabkan kemacetan. Tak jarang, memicu terjadi kecelakaan di kawasan tersebut.
Seperti halnya, Senin (22/03), kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB. Terjadi kecelakaan di depan Pos Polisi Lalang Sembawa.
Motor Honda Revo Bg 3060 UV dikendarai Rizal (31), berboncengan dengan Lusi (29), keduanya warga Palembang, menabrak siswa SD yang menyebrang jalan. Siswa nahas itu bernama Mustaqim (9), warga RT 02 Dusun II Desa Lalang Sembawa.
Akibat tabrakan itu, Rizal mengalami patah gigi bagian depan, luka lecet di kaki dan lengan kanan. Sedangkan lisa mengalami lika lecet di lengan kanan.
Sementara Mustaqim mengalami luka memar di bagian kepala. Ketiga korban di bawah ke Puskemas Lalang Sembawa lalu dirujuk ke RSMH Palembang.
Warga berharap, kawasan tersebut dapat ditugaskan polisi. Mengingat, kawsan tersebut kerap terjadi kecelakaan.
“Pos polisi di sini sering kosong. Padahal di sini lalulintasnya cukup ramai, itu dapat dilihat pada jam sibuk,”kata Azwari.
Ditemui terpisah, Kades Lalang Sembawa Rainan Harun, mengharapkan pihak kepolisian pada jam-jam sibuk dapat mengatur lalu lintas di desanya.
“Di sini kawasan sekolah, tiap jam sibuk banyak anak anak berlalu lalang. Kecelakan sering dialami anak sekolah. Kita harapkan pihak kepolisian lebih jeli memperhatikan hal ini, seperti menempatkan personilnya pada jam-jam sibuk,” harap Rainan. (din)

Selasa 23 Maret 2010 - HAL ISL

Wajib Menang!

PALEMBANG - Ada satu syarat yang harus dipenuhi Sriwijaya FC jika ingin lolos dari babak 32 besar Grup F AFC Cup. Yakni, memanfaatkan status tuan rumah ketika menjamu Becamex Binh Duong (Vietnam) pada 24 Maret 2010 mendatang.

Syaratnya cukup mudah, yakni mematikan pergerakan dan permainan agresif yang kerap ditunjukkan tim-tim asal Vietnam. Seperti yang ditunjukkan timnas Vietnam sendiri jika menghadapi timnas Indonesia

Agresifitas tim runner up V-League musim lalu ini memang menjadi perhatian serius bagi Rahmad Darmawan (RD), selaku mentor Laskar Wong Kito. Bahkan, pelatih berkepala pelontos ini sudah menyiagakan pemainnya untuk menangkal sergapan tim tamu yang berhasrat mencuri poin di Jakabaring.

Salah satunya adalah menurunkan Bobby Satria, duetnya bersama Charis Yulianto di dua laga terakhir AFC Cup cukup ciamik. Bobby dinilai RD sukses menunjukkan kepiawaiannya dalam menjinakkan pola agresif yang ditunjukkan Victory SC dan Selangor FA.

“Bagi saya, Binh Duong adalah tim yang memiliki misil yang sangat cepat dan siap menghujamkan kita dengan serangan yang sporadis dilandasi semangat tim. Itu yang saya waspadakan, dan berharap lini belakang seperti Charis dan Bobby bisa mempersiapkan diri dan fokus sepanjang pertandingan,” ujar RD.

Memang, dalam dua laga terakhir di AFC Cup, Bobby selalu diturunkan yakni, saat Laskar Wong Kito sukses menahan imbang tanpa skor atas tuan rumah Victory SC di Maladewa 23 Februari lalu, dan kesuksesan tim berjersey kuning ini kala menundukkan tim tamu Selangor FA dengan skor 6-1, di Gelora Jakabaring, 16 Maret lalu.

Mantan anggota Timnas U-20 ini, sukses menjadi tandem Charis Yulianto sebagai full back. Kecepatan dan kecerdasannya membaca permainan lawan membuat aman lini belakang.

“Rata-rata, tim lawan nanti menurunkan amunisi yang masih muda dan punya kecepatan. Saya butuh ketenangan dilini belakang untuk memangkas semua serangan yang masuk,” tambah RD.

Ada senjata tersendiri yang dicoba RD kepada lini belakangnya, yakni pengalaman Bobby bertemu Binh Duong. Waktu itu, Bobby yang tergabung dalam skuad Timnas U-20 saat itu, menggelar ujicoba dengan Binh Duong FC di Vietnam tahun 2006 lalu.

Saat itu, timnas kalah telak dari Binh Duong dengan skor 1 – 3. Namun disisi lain, RD berharap Bobby masih bisa mengenali gaya permainan Alves cs.         “Kita masih buta kekuatan lawan, pengalaman Bobby bisa memberikan kita referensi sebelum menghadapi mereka diatas lapangan nanti,” pungkas RD. (fan)

Selasa 23 Maret 2010 - HAL EKONOMI

Kenaikan TDL Tak Pengaruhi RSh

RENCANA kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen pada bulan Juli mendatang diperkirakan tidak akan menurunkan penjualan Rumah Sederhana Sehat (RSh). Pasalnya, kenaikan TDL hanya diperuntukkan bagi properti dengan konsumsi listrik tinggi.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Monoarfa berharap para pengembang tetap membangun perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah (MBM) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) karena dua sektor perumahan itu tidak mengalami kenaikan TDL. ?Saya menilai adanya rencana kenaikan TDL untuk sementara tidak berdampak pada sektor properti,? ujarnya akhir pekan lalu.

Menpera menjelaskan, rencana kenaikan TDL rencananya diperuntukkan untuk properti yang memiliki daya tertentu yakni untuk properti atau perumahan yang memiliki daya diatas 900 VA (watt) Sedangkan untuk perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan masyarakat berpenghasilan rendah tidak mengalami kenaikan TDL. ?Tentunya perumahan kecil tidak terkena dampak kenaikan TDL? tandasnya.

Perumahan untuk MBR dan MBM, kata dia, biasanya memiliki daya dibawah 900 watt yakni sekitar 450 watt. Lebih lanjut, Menpera menuturkan, pemerintah terpaksa menaikan TDL karena PLN memiliki beban biaya yang cukup besar. Menpera juga berharap dengan kenaikan TDL ini PLN bisa meningkatkan rasio kelistrikan di seluruh wilayah Indonesia. ?Saya harap dengan kenaikan TDL listrik di Indonesia tidak byar pet lagi,? cetusnya.

Terkait dengan permintaan dari para pengembang yang tergabung dalam REI dan Apersi untuk menaikkan harga rumah, Menpera menyatakan, diperlukan pengkajian terlebih dulu dari segi apa produksi rumah meningkat. Sebab, banyak sekali komponen biaya yang terkait erat dengan harga rumah. ?Jika harga semen maupun besi naik tentunya kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian terkait agar bahan baku bangunan itu bisa turun,? terangnya.

Sementara itu, Suharso mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyiapkan dana sekitar Rp 2,6 triliun untuk mereformasi pembiayaan perumahan di Indonesia. Dana tersebut rencananya akan digunakan sebagai dana fasilitas likuiditas perumahan. Dia berharap dengan dana itu masyarakat dapat menjangkau harga rumah. ?Kami akan menyiapkan dana sekitar Rp 2,6 T untuk fasilitas likuiditas,? tukasnya.

Dia menjelaskan, dana dari APBN tersebut rencananya akan digabungkan dengan dana dari pihak Jamsostek, Taspen, Askes dan Bapertarum PNS dan dana pihak perbankan sehingga diperoleh suku bunga yang ideal dalam KPR. ?Adanya fasilitas likuiditas juga mampu menekan kredit kontruksi sehingga MBR dan MBM dapat mengakses dan meningkatkan daya belinya,? kata dia.

Dana fasilitas likuiditas sebesar Rp 2,6 triliun itu, menurut Suharso, akan digunakan untuk membantu penyediaan sekitar 60 ribu unit rumah sederhana sehat (RSh) dan 10 ribu unit Rusuna. ?Saat ini kami sedang mempersiapkan peraturan serta ketentuan terkait fasilitas likuiditas. Peraturan tersebut menyangkut mekanisme kerja dalam pelaksanaan fasilitas likuiditas itu,? jelasnya. (wir)

Gedung Tergenang Air, Peserta UN Dipindahkan   

RANTAU BAYUR - Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin memastikan akan memindahkan peserta Ujian Nasional (UN)  di dua SMPN Rantau Bayur lantaran dua sekolah tersebut terendam banjir setinggi lutut orang dwasa.
Sekolah tersebut masing-masing SMPN 2 Rantau Bayur di Desa Penandingan Muara Abab dan SMPN 4 Rantau Bayur di Desa Muara Lintang. Hingga sekarang kedua sekolah tersebut belum dapat digunakan untuk proses belajar mengajar oleh dewan guru dan ratusan murid di sana.
  Sebenarnya dua sekolah tersebut sudah lama terendam banjir, lantaran meluapnya Sungai Musi di Rantau Bayur. Beberapa pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin sempat mengunjungi dua sekolah yang pernah hampir tenggelam secara keseluruhan, bahkan hanya kelihatan atap saja.
  Namun sekarang karena berangsur-angsur air mulai surut, kini ketinggian air hanya sebatas lutut. Tapi di halaman sekolah ketinggian air masih berkisar satu meter. Inilah membuat Dinas Pendidikan Kabupatren Banyuasin harus memindahkan peserta UN ke sekolah lain.
  Memang sebenarnya Informasi diperoleh Harian Banyuasin menyebutkan, bila dalam beberapa hari menjelang UN  masih juga terendam banjir, maka sejumlah murid yang akan melaksanakan UN terpaksa dipindahkan ke beberapa sekolah yang terdekat dan tidak terkena banjir.
  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Drs. Hairul Bahri, M.Ed melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Rantau Bayur, Gentar Alam ketika dikonfirmasi kemarin membenarkan semua siswa peserta UN di SMPN 2 dan SMPN 4 Rantau Bayur akan dipindahkan,
  Rencananya, semua peserta UN dari SMPN 2 dan SMPN 4 Rantau Bayur akan dipindahkan ke gedung SMPN 1 Rantau Bayur di Pengumbuk. Pemindahan tersebut guna menghindari sesuatuyang tidak diinginkan. Dari pada Ragu, kata Gentar, lebih baik dipindahkan saja.
  Menurut Gentar Alam, kalau terjadi pemindahan peserta UN, memakan biaya cukup tinggi. Sedangkan untuk sekarang di sekolah penyelenggara UN sama sekali belum ada biaya apapun. Jumlah peserta UN yang akan dipindahkan dari sekolah banjir cukup banyak dan memakan biaya tidak sedikit pula.(muk)

Selasa 23 Maret 2010 - HAL KASUS

Gadis 14 Tahun Digilir 2 Kernet

PALEMBANG - Malang nian nasib seorang gadis bau kencur sebut saja namanya Tuti (14), warga Jalan Kolonel Sulaiman Amin (Talang Buruk), Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang. Dia digilir (baca ; diperkosa bergiliran, red) oleh dua kernet bus kota berinisial Ce dan Da, keduanya warga Jalan Ki Merogan, Kecamatan Kertapati Palembang.

Peristiwa terjadi di salah satu hotel yang terletak di bilangan Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Kamis (11/03), sekitar pukul 22.30 WIB.

Terungkapnya aksi bejad dua penjahat kelamin itu, setelah Tuti melapor ke Mapoltabes Palembang, kemarin. Dalam laporannya, Tuti mengaku baru dua minggu berkenalan dengan pelaku Ce.

Sebelum kejadian, siang hari korban berjalan ke pusat perbelanajan Internasional Plaza (IP) Palembang. Dia sudah janjian dengan teman-temannya. Rupanya, di sini dia bertemu Ce. Lalu pelaku yang merupakan kernet bus kota jurusan Kertapati-KM 12, mengajak korban keliling dengan bus kota hingga sampai ke terminal KM 12.

Dengan alasan ingin menemui temannya, pelaku mengajak korban ke salah satu hotel di lokasi pemerkosaan. Sampai di hotel tersebut, pelaku mengancam korban jika tidak mau masuk ke kamar. Takut atas ancaman tersebut, korban menuruti ajakan pelaku.

Setelah itu, Ce menelpon temannya Da. Tak lama kemudian, Da tiba di kamar hotel. Nah, di kamar hotel inilah Ce dan Da menyuruh korban mandi. Saat korban mandi itulah, Ce langsung menelanjangi korban secara paksa.

Korban tak kuat melawan, karena Da juga memegang kedua tangannya. Di kamar mandi itu, Ce langsung memerkosa korban. Sedangkan Da memegang kedua tangan korban. Bahkan, Ce sempat membenturkan kepala korban ke dinding kamar mandi. Setelah pelaku Ce puas, giliran Da mengangkat korban ke tempat tidur.

Di tempat tidur, Da memerkosa korban dengan buasnya. Korban yang melakukan perlawanan sempat dipukul para pelaku, hingga pingsan.

Tengah malam korban terbangun. Dia tidak mendapati lagi kedua pelaku di dekatnya. Untunglah masih ada orang yang berbaik hati kepada korban. Saksi Fir, mengantar korban pulang dengan menggunakan mobil bus kota. Pascakejadian itu, korban trauma dan syok berat. Dia sempat memendam kejadian itu.

Namun, setelah dibujuk keluarganya, korban akhirnya menceritakan apa yang telah dialaminya. Kemarin, korban ditemani dua keluarganya melapor ke Mapoltabes Palembang.

‘’Aku kenal pelaku Ce itu baru duo minggu. Ce itu ngaku bujang dan tinggal di daerah Kertapati, tapi aku tau di mano rumahnyo. Pelaku Ce itu sempat ngancam aku. Katonyao, awas kau dak galak. Pas dio nak ngajak aku ke hotel itu. Ruponyo, sampai di hotel, dio nelepon kawannyo Da itu. Kalo saksi Fir itu idak melok merkosa aku, malah dio yang ngantar aku balek,” ujar korban.

Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Luki Hermawan MSi, didampingi Wakasatreskrim AKP Hans R Irawan SIk, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. ‘’Kasusnya sedang kita selidiki lebih lanjut. Untuk kedua pelakunya masih dalam pengejaran dan sudah diketahui identitasnya atau alamatnya,” ujar Luki. (sam)
 
Iib Zulhan

Buat Lencana Anda